<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2-ppt (info@mypapit.net)" -->
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Welcome to HSPNET | Internet Service Provider</title>
        <description>HSPNET | Internet Service Provider</description>
        <link>http://www.hspnet.net</link>
        <lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 10:08:01 +0700</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.7.2-ppt (info@mypapit.net)</generator>
        <image>
            <url>http://www.hspnet.net/images/browser-48x48.png</url>
            <title>HSPNET | Internet Service Provider</title>
            <link>http://www.hspnet.net</link>
            <description>Feed provided by AuraCMS. Click to visit.</description>
        </image>
        <item>
            <title>Domain .xxx Bikin Konten Porno Kian Menjamur </title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=82</link>
            <description>Domain .xxx Bikin Konten Porno Kian Menjamur </description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 4px;&quot; src=&quot;http://images.detik.com/content/2011/03/21/398/Porn150-%28ist%29.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;150&quot; /&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; -     Protes terhadap direstuinya keberadaan 
domain .xxx terus bermunculan. Kalangan agamis tetap berkeyakinan bahwa 
domain untuk penggiat industri pornografi tersebut akan menciptakan hal 
negatif, salah satunya kian menjamurnya konten-konten pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang &lt;em&gt;pro&lt;/em&gt; terhadap keputusan Internet Corporation for Assigned Names and Numbers 
(ICANN) boleh saja berpendapat bahwa dengan domain .xxx, pemerintah 
dapat lebih mudah melakukan pemblokiran untuk situs porno. Sebab, konten
 esek-esek itu lebih mudah dilacak lantaran ditempatkan dalam wadah yang
 sama, yakni .xxx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang harus dipikirkan juga adalah, ICANN
 masih belum memastikan bahwa seluruh situs porno harus pindah ke domain
 .xxx. Pasalnya, keputusan ini dalam perkembangan terakhirnya 
menyebutkan, penggiat industri porno diberi kebebasan untuk memilih, mau
 menggunakan domain .xxx atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kekhawatiran
 yang muncul adalah, ICANN sama saja dianggap mendukung konten porno 
karena memberikan wadah untuk berkumpul. Di sisi lain, membiarkan mereka
 juga bebas berkeliaran di domain .com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Craig Gross, seorang 
penggiat internet menyatakan, ini sama saja dengan memberikan peluang 
bagi konten-konten pornografi untuk berkembang lebih pesat. Mereka jadi 
bebas merapat, bisa di domain .com atau .xxx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Menurut saya ini 
merupakan keputusan yang bodoh, cuma memperbanyak konten pornografi di 
internet sehingga mempertegas keberadaan internet sebagai sarang porno,&quot;
 tukas pria yang juga salah satu pendiri XXXChurch.com ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan
 juga disampaikan CEO Media, Patrick A. Trueman yang menyatakan bahwa 
hingga saat ini belum ada kebutuhan mendesak untuk keberadaan domain 
.xxx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya sangat kecewa dengan keputusan ICANN ini, sebab 
domain .xxx sejatinya tidak diinginkan oleh publik, pemerintah bahkan 
oleh industri pornografi sendiri,&quot; geram Trueman, dikutip &lt;strong&gt;detikINET&lt;/strong&gt; dari Thechristianpost, Senin (21/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang
 pengelola website porno juga menolak dukungan untuk domain .xxx ini. 
Mereka agaknya tidak mau keluar uang lagi untuk mendaftar ke domain baru
 tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pada Jumat lalu waktu AS, para jajaran 
petinggi ICANN telah melakukan pemungutan suara di San Fransisco yang 
akhirnya menyetujui keberadaan domain .xxx sebagai wadah untuk situs 
porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan kemenangan bagi ICM Registry, selaku pihak yang mengajukan pengesahan domain .xxx sebagai &lt;em&gt;top level domain&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt; (    ash    /    fw    ) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 21 Mar 2011 03:52:19 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Relaksasi Otak dan Pembersihan Paru-paru</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=80</link>
            <description>Relaksasi Otak dan Pembersihan Paru-paru</description>
            <author>&lt;div class=&quot;entry&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h1&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Relaksasi Otak dan Pembersihan Paru-paru&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;margin: 6px; float: left;&quot; src=&quot;files/otak.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;220&quot; height=&quot;256&quot; /&gt;Otak adalah salah satu organ tubuh
manusia yang sering digunakan, oleh karena itu, otak yang sudah terlalu
lelah berpikir, perlu direlaksasi dengan mensuplai oksigen dari
paru-paru ke otak melalui latihan pernafasan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak ada satupun obat yang bisa mengatasi kelelahan otak, kendati
diberi obat penenang paling manjur sekalipun. Karena, obat itu hanya
mampu menidurkan sel-sel dan saraf-saraf di otak dalam jangka waktu
tertentu. Sedangkan kebutuhan relaksasi untuk otak yang lelah perlu
dalam jangka panjang, bukan temporer. Sebab, otak terus berkerja secara
simultan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Latihan membersihkan otak penting dilakukan, terutama untuk membuang
pikiran negatif yang dapat menimbulkan stres, sifat dengki, iri, atau
sombong. Latihan ini menjadikan pikiran positif, kreatif, bahagia,
damai, serta menumbuhkan rasa kasih terhadap sesama makhluk ciptaan
Allah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Latihan membersihkan otak juga untuk menjernihkan pikiran anda dan
keheningan hati. Hasrat Inayay Khan, seorang psikolog, menyatakan bahwa
Allah itu barada dalam hati yang bening serta penuh kedamaian dan kasih
sayang. Bila pikiran dan hati jernih dan bening, semua problem
kehidupan dan juga penyakit dapat dilenyapkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Latihan-latihan ini juga memberikan gerak rentangan yang bagus,
terutama pada punggung, bahu lengan, paha dan lutut. Akibatnya, Anda
dapat membangkitkan energi tubuh serta menghilangkan ketegangan dan
kelelahan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Latihan ini sangat bagus dilakukan saat bangun tidur, sedang
bekerja, atau di malam hari. Latihan ini dapat dilakukan dalam posisi
berdiri, duduk bersila, duduk di kursi atau berbaring dengan kaki
sedikit direnggangkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Latihan 1&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Awalilah sikap ini dengan duduk tenang dan santai. Setelah itu,
hirup napas dalam-dalam secara halus dan pelan-pelan, tahan 5 detik
(hitung dalam hati 1 sampai 5), lalu lepaskan perlahan-lahan.
Lakukanlah sebanyak 10 kali atau lebih, terutama untuk tujuan
membersihkan paru-paru dari udara kotor (CO2). Paru-paru menjadi bersih
karena alveoli (balon udara paru-paru) akan terisi udara bersih (O2).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Latihan II&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lakukan pernapasan kepala. Tundukkan kepala kemudian tariklah napas
perlahan-lahan ke atas, tahan sebentar (hitungan 5 detik), kemudian
lepaskan napas perlahan-lahan. Lakukan 10 kali atau lebih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Visualisasikan O2 masuk ke otak dan keberadaan O2 akan secepatnya
mengganti CO2 di kepala, terutama di otak. Pengaruh yang akan diperoleh
adalah kerja kelenjar pineal dan pituitari serta otak kecil (tepat di
belakang kepala) menjadi normal, sehingga penyakit migrain, pusing dan
yang disebabkan tekanan darah, berangsur-angsur sembuh. Selain itu,
normalnya fungsi kelenjar pineal dapat memulihkan pengaturan distribusi
hormon yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar di seluruh tubuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kelenjar pineal di otak menghasilkan dua zat, yaitu melatonin dan
serotonin. Serotonin mengembangkan perasaan nyaman, tenang dan tidur
nyenyak. Sebaliknya, tingkat melatonij abnormal dapat mengakibatkan
emosi, depresi, dan kelesuan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Latihan III&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kaitkan tangan di belakang pinggang. Tundukkan badan ke depan,
setelah itu tariklah napas perlahan-lahan sampai badan tegak kembali.
Bila tubuh sudah tegak, tahanlah napas sekitar 5 setik, kemudian
keluarkan napas perlahan-lahan. Lakukanlah 10 kali dengan lambat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br /&gt; Gerakan mengangkat tubuh dan mengeluarkan napas dilakukan
perlahan-lahan saja, tidak perlu cepat-cepat atau tergesa-gesa. Gerakan
pernapasan dilakukan semakin lambat dan lembut semakin baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Latihan IV&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Duduk dan bernapas seperti pada latihan pertama, tetapi dengan
penghayatan dan penikmatan meditasi pernapasan (breathing meditation).
Latihan ini tidak usah dihitung, tetapi lakukan selama 5 hingga 10
menit saja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lakukan pernapasan secara lembut dan tidak usah menahan napas.
Rasakan keluar masuknya napas dari hidung, sampai pikiran terasa tenang
dan hati bahagia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernapasan pembersihan otak ala Anugrah Agung ini adalah pernapasan
abadi yang memberikan oksigen sebanyak-banyaknya ke otak, juga
membersihkan paru-paru dari berkuasanya CO2 dan dengan secepatnya
menggantinya dengan O2. Hal ini akan meningkatnya tahap-tahap energi
kuat yang memberikan kontribusi pada kesehatan tubuh fisik dan psikis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernapasan pembersihan otak ini dapat digunakan untuk meningkatkan
kecerdasan, wawasan, koherensi otak kanan dan kiri. Juga dapat
meningkatkan kreativitas, sikap arif bijaksana, daya tahan, memperbesar
rasa percaya diri, dan sifat-sifat positif lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernapasan ini bermanfaat pula bagi orang yang menderita penyakit
kronis sekalipun. Sebab, pikiran yang bersih dan hati yang bening
adalah sumber pengobatan dari segala penyakit. Namun, segala usaha itu
jangan lupa diawali dan ditutup dengan doa syukur. (to/snr).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga bermanfaat.....&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;andi santoso&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;sumber : oxana&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;</author>
            <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 10:17:43 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Nikmatnya Memancing</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=78</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;files/mancing.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;350&quot; height=&quot;242&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class=&quot;jam_artikel&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Senin, 01 Februari 2010 | 14:55 WIB&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; -&amp;nbsp;Sebulan sekali, Sandi Tjandra bersama tujuh rekannya pergi ke daerah
Binuangeun di Pandeglang, Jawa Barat. Mereka berangkat dari Jakarta
pada Sabtu pagi dan bertolak kembali keesokan harinya. Sandi dan
rekan-rekan biasa menyawer biaya untuk menyewa sebuah kapal beserta
tiga awak. Harganya berkisar Rp 4-5 juta untuk perjalanan akhir pekan.
Lima hingga enam jam kemudian, rombongan tiba di tempat tujuan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mereka
bukan sedang jalan-jalan di akhir pekan. Begitu sampai di tempat
tujuan, mereka mengeluarkan peralatan utamanya: pancing dan umpan!
&amp;ldquo;Setengah jam kemudian, biasanya sudah dapat ikan,&amp;rdquo; ujar pria ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sambil
menunggu ikan-ikan menyambar umpan, semua orang di atas kapal asyik
bercengkerama. Ini terjadi sepanjang malam hingga menjelang pagi.
Uniknya, topik pembicaraan melulu soal memancing. &amp;ldquo;Kalau orang yang
enggak suka mancing ikut, pasti mabok dia,&amp;rdquo; kata Sandi sambil terbahak.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbagai
jenis ikan bisa mereka hela dari laut. Sebut saja kerapu, tongkol, atau
pelagis. Apa pun jenis ikan yang diperoleh, kata Sandi, &amp;ldquo;Kenikmatan
memancing adalah saat entakan pertama menarik alat pancing.&amp;rdquo; Dan yang
penting, memancing dapat menghilangkan stres dan kepenatan di kantor.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bukan
berarti ini kegiatan sekadar ongkang-ongkang kaki sambil menunggu umpan
disantap (strike). Menurut Slamet Supriyanto, koordinator show room
Dunia Pancing sekaligus anggota Forum Komunitas Pancing IFT Fishing,
ada banyak teknik memancing. &amp;ldquo;Teknik-teknik ini disesuaikan dengan
karakter lokasi pemancingan dan jenis ikan di sana,&amp;rdquo; dia menjelaskan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memancing
di air asin (laut) dan air tawar (danau, empang, atau sungai), punya
teknik dan alat berbeda. Di antaranya, bottom fish. Teknik ini
digunakan untuk mendapatkan ikan-ikan berbobot lebih dari 10 kilogram
yang tinggal di dasar laut. Teknik lain adalah trolling, yakni
memancing di atas kapal yang tengah melaju kencang. Tujuannya
mendapatkan ikan-ikan yang tengah beterbangan di permukaan laut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Soal
peralatan memancing juga perlu diperhatikan. Memakai alat di tempat
yang salah sama dengan mengenakan gaun tidur ke pesta. Jangan gunakan
peralatan memancing di danau untuk memancing di tengah laut. &amp;ldquo;Silakan
saja kalau Anda tidak malu,&amp;rdquo; Slamet menceletuk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dia
mencontohkan, ketika ingin memancing di kolam pemancingan, kita bisa
menggunakan tongkat pancing, roda pemutar, dan senar yang harganya
mencapai Rp 1 juta. Karena biasa di kolam air tawar, Anda bisa
memancing ikan mas, gurami, atau mujair yang beratnya tak lebih dari 5
kilogram.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi jangan harap bisa menggunakan jenis alat pancing
tadi untuk memancing di laut lepas. Bayangkan saja, Anda perlu alat
pancing berat dan lengkap untuk bisa menghela ikan seberat paus atau
hiu. Jadi ada baiknya kita menyiapkan peralatan canggih untuk keperluan
ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Slamet, yang pernah menjalani pendidikan khusus memancing
di Singapura, menyarankan barang siapa yang ingin memancing di tengah
laut perlu membeli tongkat pancing seharga Rp 9 juta, roda atau rel
seharga Rp 12 juta, dan senar seharga Rp 800 ribu sepanjang 300 meter.
&amp;ldquo;Tapi ini enggak jadi patokan. Banyak produk berkualitas bagus bisa
diperoleh dengan harga lebih murah,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:09:47 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Hamilton: Mobil MP4-25 Beda  </title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=77</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;files/f1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;285&quot; height=&quot;285&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;London&lt;/strong&gt; - Lewis Hamilton sangat antusias dengan mobil
terbaru McLaren MP4-25. Pembalap Inggris ini menegaskan bahwa MP4-25
sangat berbeda dengan mobil musim lalu yang sulit.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McLaren
baru saja memperkenalkan mobil terbarunya, MP4-25 di markas besar
Vodafone, Jumat (29/1/2010). Mobil ini akan menjadi tunggangan Hamilton
pembalap barunya, Jenson Button di musim 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamilton pun
memuji usaha luar biasa yang sudah dilakukan oleh tim guna menjamin tak
terulang lagi masalah seperti musim lalu. Dimana pada muism 2009 lalu
Hamilton harus puas finis di posisi kelima klasemen pembalap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mobil
melihat begitu banyak berbeda, benar benar berbeda. Dan saya merasa
sangat bangga karena saya memberikan masukan. Saya yakin ini ditangani
sangat berbeda dari mobil tahun lalu,&quot; ungkap Hamilton seperti dilansir
Auto Sport. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami telah bekerja pada mobil ini untuk saat ini.
Orang orang bekerja untuk mencoba membangun komponen, mengembangkan dan
menambah downforce dan aero menjadi efesiensi,&quot; ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan
baru Hamilton di McLaren, Jenson Button pun setuju bahwa itu menjadi
menjadi tanda baik bagi McLaren. Meski demikian dia menambahkan bahwa
daya saingnya belum pasti hingga mereka mengujinya pekan depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kami
telah melihat beberapa kali dan segalanya adalah sangat positif, dan
juga saat menyetir di simulator. Tapi awal kerja nyata ada saat
beberapa hari di Valencia,&quot; ujar&amp;nbsp; Button.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sumber : Detik.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt; (	key	/	key	) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:06:11 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Makna Mudik Lebaran, mau...!</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=76</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lebaran = Mudik = Pulang Kampung&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;files/lebaran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;350&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mudik menjelang lebaran memang selalu menjadi fenomena tiap
penghujung bulan suci ramadan. Suasana terminal bus, stasiun kereta
api, pelabuhan serta bandara pun dipadati pemudik yang ingin pulang ke
kampung halamannya.&amp;nbsp;Animo mudik bersama itu pun membludak.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebanyakan
orang&amp;nbsp;mengatakan bahwa mudik itu memang penting. Mudik dan berkumpul
bersama keluarga di saat lebaran merupakan suatu kebutuhan yang harus
dipenuhi. &quot;Mudik itu adalah pelunasan kerinduan akan nilai-nilai
primodialisme yang ada pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna itu,&amp;nbsp;akan sangat
terasa jika seseorang berada dirantau. &quot;Saat terpisah dari kampung
halaman, kita selalu disibukkan dengan segala aktifitas. Untuk itu
perlu sekali saat-saat untuk mengembalikan kenangan kita akan masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Primodialisme,
tidak selalu bersifat negatif. Ada kalanya primodialisme juga
bermanfaat.&amp;nbsp;Itu bisa terjadi saat seseorang tengah berada di daerah
uncertainty dimana semua terasa asing dan tidak pasti. Lalu saat itu
kita bertemu dengan unsur-unsur primodialisme. Pasti akan cepat
melekat, bahkan merasa tentram. &quot;Contohnya ada orang Jakarta merantau
di Surabaya. Saat dia melihat ada kendaraan ber plat B pasti dia akan
merasakan kepuasan tersendiri. Bahwa di daerah barunya masih ada kawan
se-daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sejarah agama Islam pun ditunjukkan betapa
bermanfaatnya nilai-nilai primodialisme. Dicontohkan seperti pada
bani-bani yang tersebar. Setiap bani selalu rekat karena ada suatu
nilai-nilai melekat yang terus dijaga, kekeluargaan yang solid. &quot;Jadi
memperkuat basis nilai primodialisme itu perlu. Salah satunya terlihat
saat lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti mempunyai kenangan yang melekat
saat kecil. Entah itu suasana, makanan atau bahkan warung di kampung
halaman. Hal-hal yang melekat itulah salah satu unsur-unsur
primodialisme. Dan itu sekali-kali perlu dibenturkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada
hari raya Idul Fitri nanti&amp;nbsp;kita sekeluarga juga akan mudik ke kampung
halaman. Bagi yang sudah berkeluarga hari pertama akan bertandang ke
rumah orang tua, di lanjutkan lebaran kedua akan bertandang ke rumah
mertua.&amp;nbsp;Dan akan terasa perjuangannya kalau jarak lokasi antara orang
tua dan mertua&amp;nbsp; berbeda kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Yang kita&amp;nbsp;tunggu-tunggu saat
lebaran ada dua. Pertama berkumpul dengan saudara. Lalu, makan bersama
mereka keroyokan tanpa aturan. Sama seperti saat-saat dulu waktu kecil,
sambil mengenang masa silam.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah makan bersama-sama keluarga,
masih tetap dalam suasana kumpul bersama masing-masing asyik bercanda
tawa satu dengan yang lain. Bercerita suka dan duka selama 1 tahun
berselang. Dan tanpa terasa, hari-hari lebaranpun terlewat sudah. Kita
kembali ke kota untuk melakukan aktivitas hari-hari yang seakan
melenyapkan suasana bahagia walaupun hanya beberapa hari saja.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semoga
kenangan indah yang terukir dalam sejarah keluarga, akan selalu
memberikan inspirasi dan kekuatan kita untuk selalu bersemangat dari
tahun ke tahun mudik&amp;nbsp;dan berlebaran di kampung halaman.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:56:06 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sadarkah Anda, kepalsuan telah melekat pada diri kita..?</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=75</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepalsuan yang PALSU&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;files/palsu.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;320&quot; height=&quot;236&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEPALSUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di&amp;nbsp; akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian menjadi guru, ilmuwan atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi mereka&amp;nbsp; menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Mereka saksikan ramainya perniagaan palsu dengan ekspor dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri yang dijaga pejabat-pejabat palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakatpun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang-orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan-gagasan palsu di tengah seminar dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring dan palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digubah oleh : AR&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(andists)&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:53:28 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kerumitan akan selalu kita temui, So what ?</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=74</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff0000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jangan dibuat Rumit!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;files/macet.gif&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;369&quot; height=&quot;277&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Siapa yang tidak pusing menghadapi kerumitan. Kerumitan ini pula yang bisa mengancam kelangsungan hidup organisasi atau manajemen. Tapi fakta di lapangan membuktikan bahwa organisasi manajemen yang besar umumnya membawa kerumitan tersendiri. Celakanya, kondisi tersebut dibiarkan &quot;kusut&quot; sehingga akhirnya justru membelenggu pergerakan organisasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus menunjukkan bahwa perusahaan besar berskala global sekalipun dibuat tidak berdaya dengan simpul manajemen yang rumit. Korporasi yang semula bergerak dinamis dan selalu siap menghadapi perubahan tatanan bisnis maupun lingkungan di sekitarnya, lambat laun seperti kehilangan orientasi. Situasi yang menyedihkan ini tak ubahnya seperti rumah yang tidak terurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapor perusahaan yang sudah terjangkiti virus rumit semacam ini mengenaskan lantaran kinerja makin terpuruk. Pendek kata, semua indicator manajemennya bekerja di bawah normal. Akuntabilitas tidak jelas, keputusan direksi tidak bisa di jalankan, dan dan informasi berharga menguap begitu saja. Ujung-ujungnya, karyawan bekerja tanpa motivasi. Mereka seperti ayam kehilangan induknya, tidak tahu apa yang harus di kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksekutif yang masih &quot;waras&quot; tentu tidak ingin kondisi seperti itu berlarut. Untuk mencegah agar rasa frustasi tidak semakin parah, perlu segera di ambil langkah-langkah penyelamatan yang bersifat drastic dan revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam istilah &quot;Simplicity-minded Management&quot;, kerumitan tersebut harus digempur habis hingga ke akar-akarnya. Tidak ada pihak yang paling berwenang melakukan &quot;revolusi manajemen&quot; seperti ini selain pimpinan puncak manajemen tersebut. Karena secara gamblang dan jelas bahwa kerumitan terjadi dan akan berlarut-larut karena tidak adanya perencanaan yang matang, organisasi yang tepat, pelaksanaan yang detail dan pengawasan ketat yang kontinyu dan menyeluruh oleh pimpinan manajemen organisasi atau perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan itu, Anda perlu memperhatikan lima hal penting ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jadikan simplifikasi sebagai tujuan dan bukan sebagai nilai (virtue). Oleh karena itu ia harus dimasukan sebagai tema strategi perusahaan. Tetapkan pula target spesifik untuk mengurangi kompleksitas. Untuk itu tidak ada salahnya manajemen memberikan insentif bagi karyawan yang berorientasi pada &quot;kesederhanaan&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sederhanakan struktur organisasi dengan memangkas birokrasi. Sebaliknya, perkuat rentang pengawasan sambil melakukan konsolidasi atas fungsi-fungsi serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sederhanakan produk dan jasa. Ini dilakukan dengan menetapkan strategi portofolio produk. Selain itu perlu di kaji pembatasan, penghentian atau penjualan produk yang bernilai rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, disiplin dalam menjalankan bisnis dan pengelolaan perusahaan. Untuk itu perlu di rancang struktur pengambilan keputusan (melalui dewan atau komite), perampingan proses operasi (perencanaan dan pengajuan anggaran) serta penglibatan karyawan hingga tingkat &quot;akar rumput&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, sederhanakan pola-pola yang bersifat pribadi. Aspek ini mencakup pembukaan kran komunikasi yang macet, pengaturan waktu rapat, dan memfasilitasi bentuk-bentuk kerjasama organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kenapa harus di buat rumit?&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:48:44 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Fakta di balik meninggalnya Bung Karno, mau ?</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=73</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Benarkah Soeharto membunuh Soekarno...?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 6px 8px; float: left;&quot; src=&quot;files/soekarno.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;189&quot; height=&quot;271&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa-dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pak, Pak, ini Ega...&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Hatta.., kau di sini..?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ya, bagaimana keadaanmu, No?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Hoe gaat het met jou...?&quot; Bagaimana keadaanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;No...&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita kematian Bung Karno dengan cara yang amat menyedihkan menyebar ke seantero Pertiwi. Banyak orang percaya bahwa Bung Karno sesungguhnya dibunuh secara perlahan oleh rezim penguasa yang baru ini. Bangsa ini benar-benar berkabung. Putera Sang Fajar telah pergi dengan status tahanan rumah. Padahal dia merupakan salah satu proklamator kemerdekaan bangsa ini dan menghabiskan 25 tahun usia hidupnya mendekam dalam penjara penjajah kolonial Belanda demi kemerdekaan negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwari Doel Arnowo, seorang saksi sejarah yang hadir dari dekat saat prosesi pemakaman Bung Karno di Blitar dalam salah satu milis menulis tentang kesaksiannya. Berikut adalah kesaksian dari Cak Doel Arnowo yang telah kami edit karena cukup panjang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi, 21 Juni 1970, saya sudah berada di sebuah lubang yang disiapkan untuk kuburan manusia. Sederhana sekali dan sesederhana semua makam di sekelilingnya. Sudah ada sekitar seratusan manusia hidup berada di situ dan semua hanya berada di situ, tanpa mengetahui apa saja tugas mereka sebenarnya. Yang jelas, semuanya bermuka murung. Ada yang matanya penuh airmata, tetapi bersinar dengan garang. Kelihatan roman muka yang marah. Ya, saya pun marah. Hanya saja saya bisa menahan diri agar tidak terlalu kentara terlihat oleh umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua di kota Malang mendengar tentang almarhum yang diberitakan telah meninggal dunia sejak pagi hari dan sudah menyiapkan diri untuk menunggu keputusan pemakamannya di mana. Sesuai amanat almarhum, seperti sudah menjadi pengetahuan masyarakat umum, Bung Karno meminta agar dimakamkan di sebuah tempat di pinggir kali di bawah sebuah pohon yang rindang di Jawa Barat (asumsi semua orang adalah di rumah Bung Karno di Batu Tulis di Bogor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi lain wasiat dan amanah, lain pula rezim Soeharto yang secara sepihak memutuskan jasad Bung Karno dimakamkan di Blitar dengan dalih bahwa Blitar adalah kota kelahirannya. Ini benar-benar ceroboh. Bung Karno lahir di Surabaya di daerah Paras Besar, bukan di Blitar! Bung Karno terlahir dengan nama Koesno, dan ikut orang tuanya yang jabatan ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, adalah seorang guru yang mengajar di sebuah Sekolah di Mojokerto dan kemudian dipindah ke Blitar. Di sinilah ayah Bung Karno, meninggal dunia dan dimakamkan juga di sisinya, isterinya (yang orang Bali ) bernama Ida Ayu Nyoman Rai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah matahari tinggal sepenggalan sebelum terbenam, rombongan jenazah Bung Karno akhirnya sampai di tempat tujuan. Yang hadir didorong-dorong oleh barisan tentara angkatan darat yang berbaris dengan memaksa kumpulan manusia agar upacara dapat dilaksanakan dengan layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak Komandan Upacara jenderal Panggabean memulai upacara dan kebetulan saya berdiri berdesak-desakan di samping Bapak Kapolri Hoegeng Iman Santosa, yang sedang sibuk berbicara dengan suara ditahan agar rendah frekuensinya tidak mengganggu suara aba-aba yang sudah diteriak-teriakkan. Saya berbisik kepada beliau, ujung paling belakang rombongan ini berada di mana? Beliau menjawab singkat di kota Wlingi. Hah?! Sebelas kilometer panjangnya iring-iringan rombongan ini sejak dari lapangan terbang Abdulrachman Saleh di Singosari, Utara kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Hoegeng yang sederhana itu kelihatan murung dan sigap melakukan tugasnya. Dia berbisik kepada saya: &quot;There goes a very great man!!&quot; Saya terharu mendengarnya. Apalagi ambulans (mobil jenazah) yang mengangkut Bung Karno terlalu amat sederhana bagi seorang besar seperti beliau. Saya lihat amat banyak manusia mengalir seperti aliran sungai dari pecahan rombongan pengiring. Sempat saya tanyakan, ada yang mengaku dari Madiun, dari Banyuwangi bahkan dari Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuju ke arah berlawanan dengan tujuan ke rumah Bung Karno, di mana kakak kandung beliau, Ibu Wardojo tinggal. Hari sudah gelap dan perut terasa lapar karena kita tidak berhasil mendapatkan makanan atau minuman, sebab kalau pun ada warung atau penjual makanan, pasti sudah kehabisan minuman atau makanan apa pun yang bisa ditelan. Saya ingat bahwa orang Muhammadiyah tidak memberi hidangan, minum sekalipun, kepada kaum pelayat. Bung Karno adalah orang Muhammadiyah. Kota Blitar tidak siap menampung orang sekian banyak. Setelah dilakukan pemakaman jenazah Bung Karno, beberapa waktu di kemudian hari semua makam Pahlawan di Taman Pahlawan Sentul ini dipindahkan ke Mendukgerit, yang telah saya kenal sebelumnya sebagai Bendogerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemindahan ini dilaksanakan dengan alasan di lokasi pemakaman sudah penuh, tetapi pada kenyataannya kemudian ada proyek pembangunan makam Bung Karno yang memakan area cukup lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuburannya Pun Tidak Boleh Dijenguk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, sejak 1971 sampai 1979, makam Bung Karno tidak boleh dikunjungi umum dan dijaga sepasukan tentara. Kalau mau mengunjungi makam harus minta izin terlebih dahulu ke Komando Distrik Militer (KODIM). Apa urusannya KODIM dengan izin mengunjungi makam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersama ibu saya dan beberapa saudara datang secara mendadak pergi ke Blitar dengan tujuan utama ziarah ke Makam Bung Karno. Tanpa ragu kita ikuti aturan dan akhirnya sampai ke pimpinannya yang paling tinggi. Saya ikut sampai di meja pemberi izin dan sudah ditentukan oleh kita bersama, bahwa salah satu saudara saya saja yang berbicara. Saya sendiri meragukan emosi saya, bisakah saya bertindak tenang terhadap isolasi kepada sebuah makam oleh Pemerintah atau rezim? Nah, ternyata meskipun tidak terlalu ramah, mereka melayani dengan muka seperti dilipat. Mungkin dengan menunjukkan muka seperti itu merasa bertambah rasa gagahnya terhadap rakyat biasa macam kami. Akhirnya semua beres dan kami mendapat sepucuk surat. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di makam kami turun dari kendaraan kami dan saya bawa surat izin dari KODIM. Surat itu kami tunjukan ke tentara yang jaga makam. Waktu tentara itu baca surat, saya terdorong untukmenoleh ke belakang. Terkejut saya. Selain rombongan sendiri, Ibu saya dan saudara-saudara, telah mengikuti kami sebanyak lebih dari tiga puluh orang, bergerombol. Mereka, orang-orang yang tidak kami kenal sama sekali, melekat secara rapat dengan rombongan kami. Saya lupa persis bagaimana, akan tetapi saya ingat kami memasuki pagar luar dan kami bisa mendekat sampai ke dinding kaca tembus pandang dan hanya memandang makamnya dari jarak, yang mungkin hanya sekitar tiga meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengikut dadakan yang berada di belakang rombongan kami dengan muka berseri-seri, merasa beruntung dapat ikut masuk ke dalam lingkungan pagar luar itu. Ada yang bersila, memejamkan mata dan mengatupkan kedua tangannya, posisi menyembah. Saya tidak memperhatikannya, tetapi jelas dia bukan berdoa cara Islam. Mereka khusyuk sekali dan waktu kami kembali menuju ke kendaraan kami, beberapa di antara mereka menjabat tangan dan malah ada yang menciumnya, membuat saya merasa risih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari mereka ini mengatakan bahwa dia sudah dua hari bermalam di sekitar situ di udara terbuka menunggu sebuah kesempatan seperti yang telah terjadi tadi. Tanpa kata-kata, saya merasakan getar hati rakyat, rakyat Marhaen kata Bung Karno! Mereka menganggap Bung Karno bukan sekedar Proklamator, tetapi seorang Pemimpin mereka dan seorang Bapak mereka. Apapun yang disebarluaskan dan berlawanan arti dengan kepercayaan mereka itu semuanya dianggap persetan. Dalam hubungan Bung Karno dengan Rakyat, tidak ada unsur uang berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibunuh Perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderita lahir dan bathin. Anak-anaknya pun tidak dapat bebas mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak resep tim dokternya, yang dipimpin dr. Mahar Mardjono, yang tidak dapat ditukar dengan obat. Ada tumpukan resep di sebuah sudut di tempat penahanan Bung Karno. Resep-resep untuk mengambil obat di situ tidak pernah ditukarkan dengan obat. Bung Karno memang dibiarkan sakit dan mungkin dengan begitu diharapkan oleh penguasa baru tersebut agar bisa mempercepat kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan dari tim dokter Bung Karno untuk mendatangkan alat-alat kesehatan dari Cina pun dilarang oleh Presiden Soeharto. &quot;Bahkan untuk sekadar menebus obat dan mengobati gigi yang sakit, harus seizin dia, &quot; demikian Rachmawati Soekarnoputeri pernah bercerita.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(andists)&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:34:11 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Mobile Working Why Not, Asal...</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=72</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;files/phone.png&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;481&quot; height=&quot;319&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jakarta - Detik, dijelaskan sejumlah keuntungan jika melakukan mobile working. Untuk dapat melakukan mobile working, maka ada 5 'K' yang wajib diperhatikan. Ke-5 'K' tersebut adalah Kewenangan, Kompensasi, Koordinasi, Kesiapan dan Kedisiplinan. Berikut ini adalah lengkapnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Kewenangan. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertama, tentukan bagian atau posisi apa yang diperbolehkan atau harus melakukan mobile working. Beberapa jenis pekerjaan tentunya ada yang bisa dan ada yang tidak cocok melakukan hal tersebut. Pekerjaan yang terkait dengan administrasi dan keuangan tentunya lebih tepat apabila on-site, alias di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi untuk marketing ataupun posisi yang lebih kerap untuk bertemu dengan client, mobile working adalah pilihan yang tepat. Jenis pekerjaan yang terkait dengan masalah kreatifitas, misalnya disainer ataupun promosi, dalam beberapa kondisi dapat juga melakukan mobile working.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kompensasi. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di sini harus jelas terlebih dahulu aturan mainnya, yang disepakati oleh manajemen dan karyawannya yang melakukan mobile working. Salah satunya menyangkut kompensasi atas jam bekerjanya yang cenderung menjadi tak terbatas. Apakah manajemen memiliki kebijakan untuk memberikan kompensasi atas kelebihan jam kerja yang dilaporkan oleh pegawainya ketika tak bekerja di kantor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kompensasi tersebut sudah berupa hak yang diberikan pegawai tersebut untuk mengatur jam kerjanya sendiri atau dalam bentuk lain? Apakah bisa dilakukan reimburstment atas biaya akses Internet, bulanan blackberry dan lainnya yang mendukung aktifitas mobile working?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Koordinasi. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun dapat melakukan mobile working, tentunya masih diperlukan meeting koordinasi berkala secara on-site. Untuk itu, perlu ada jadwal yang jelas dan pasti tentang meeting yang harus diikuti secara on-site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun perlu ditegaskan pula lingkup pekerjaan seperti apakah yang boleh diselesaikan secara mobile working, dan mana yang sesekali atau berkala perlu kehadiran secara fisik di kantor. Untuk meeting pun dengan lingkup kecil atau sekedar koordinasi harian, dapat dilakukan secara mobile semisal menggunakan fitur conference pada instant messaging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kesiapan. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aktifitas mobile working akan menjadi sia-sia tanpa adanya kesiapan aksesibilitas atas data pekerjaan dan ketersediaan perangkat kerja yang mendukung. Jika perusahaan memiliki corporate portal yang komprehensif dan dapat diakses melalui Internet, maka sejumlah data-data, semisal kontak client, draft kontrak, materi presentasi dan sebagainya dapat disimpan di portal tersebut dan di-download kapanpun dan dimanapun oleh para mobile worker yang diberi otorisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun belum memiliki corporate portal, aksesibilitas data tersebut dapat difasilitasi dengan fitur penyimpanan file bersama hingga database sederhana yang disediakan antara lain oleh layanan yahoogroups.com atau workspace.officelive.com. Sedangkan untuk perangkat pendukung mobile working, tentunya semisal notebook dan modem / datacard untuk akses Internet. Kelengkapan lain semisal smartphone atau blackberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Kedisiplinan. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kunci dari mobile working adalah disiplin diri. Mobile working bukan berarti memiliki waktu ekstra untuk bersantai dan kemudian mengabaikan pekerjaan. Justru dengan mobile working, dituntut adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan waktu agar dapat bekerja lebih produktif dan optimal, seiring dengan penyelerasan keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa dituntut adanya absensi kehadiran, mobile working membutuhkan kedisiplinan pemanfaatan waktu yang tinggi karena terkait dengan target yang harus dicapai tanpa adanya pengawasan langsung. Dan pastinya, tak boleh ada putus komunikasi antara pihak yang di kantor dengan mereka yang sedang melakukan mobile working. Kontak harus tetap dijaga. Ini berarti mobile worker harus mudah dihubungi, baik melalui ponsel, SMS, email ataupun instant messaging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah peneliti ICT Watch dan penulis blog www.donnybu.com. Tulisan ini adalah pendapat pribadi.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(andists)&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:30:19 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Take It Or Leave IT, hidup ini sebuah Pilihan...</title>
            <link>http://www.hspnet.net/?pilih=news&amp;mod=yes&amp;aksi=lihat&amp;id=71</link>
            <description></description>
            <author>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;The Survivors&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;files/kali.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;451&quot; height=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang kenyataan yang sudah lumrah bahwa investasi di human capital akan segera dianggap sebagai investasi y ang mudah dipangkas. Dari pihak perusahaan, secara law of commerce ada kecenderungan menganggap karyawan sebagai beban. Dari pihak keryawan, meskipun ada yang oprimis, tak urung mencuat rasa was-was bahwa dialah yang akan dipilih untuk &quot;dilepas&quot;, entah karena gaji yang dianggap terlalu besar atau karena merasa bahwa produktivitasnya tidak terlalu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi ini, bersikap pasif sudah pasti salah. Namun, untuk bersikap proaktif juga tidak selaamanya dibenarkan. Proyek yang sedang berjalan dibekukan, sementara proyek baru ditunda. Anak buah berharap pada kita, sementara atasan juga tidak bisa memberi jawaban pasti atas pertanyaan yang kita ajukan. Sementara karyawan sadar bahwa gaji tidak bisa dinaikkan, biaya perlu ditekan dan semua orang dituntut bekerja ekstra keras untuk &quot;menyelamatkan&quot; angka penjualan, mungkinkah ada sikap yang tepat dalam menghadapi situasi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berpikir dan Bersikap sebagai &quot;Survivor&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang partner di McKinsey, saat ditanya oleh seorang peserta ceramah mengenai kunci suksesnya meraih jenjang bergengsi di konsultan ternama itu menjawab, &quot;Bila ingin menjadi partner, bersikaplah sebagai partner,&quot; Nasihat itu sebetulnya bisa kita terapkan dalam situasi di mana kita tidak berada dalam posisi yang menentukan. Dalam krisis dan posisi terjepit, kita tidak perlu bersikap sebagai objek yang tidak berdaya, karena itu akan membuat diri kita benar-benar tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap seolah-olah kita memegang posisi yang menentukan atau berada dalam tim yang hebat akan sangat membantu produktivitas. Berpikir dan bersikap sebagai survivor membuat orang tidak sempat tenggelam dalam pesimis. Tentu saja, kewaspadaan perlu ditingkatkan, namun bersikap ceria dan pede sangat dibutuhkan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang disekitar kita. Dalam keadaan sesulit apapun, orang tentu akan memilih berdekatan dengan optimistis daripada yang belum-belum sudah lesu, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fokus ke Masa Depan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfokus kemasa depan ternyata menimbulkan &quot;power&quot;tersendiri. Konon, para suvivor atau mereka yang kebanyakan bertahan di kamp konsentrasi Jerman adalah mereka yang tak putus harapan pada masa depan. Dalam pembahasan Mourning and Melancholia, Bapak Psikologi, freud, juga mengatakan bahwa seseorang bisa keluar daro masa depresinya, hanya bila ia bisa melihat masa depan yang lebih cerah dan membayangkan masa depannya dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bisnis, berangan-angan mengenai masa depan bentuknya tentu sedikit bebeda. Survivor dalam bisnis, perlu berantisipasi dengan memfokuskan pada kebutuhan pelanggan dimasa depan. Bisa saja berfokus pada pelanggan adalah satu-satunya jalan keluar di masa sulit begini, karena tanpa pelanggan, perusahaan tidak bisa meneruskan bisnis. Saat kondisi sulit begini, kitapun perlu sedikit menelan gengsi. Turun tangan langsung mengunjungi pelanggan yang selama ini didelegasikan ke anak buah, menunjukkan sikap kooperatif saat diharuskan bekerja dibawah komando kolega yang lebih junior karena adanya peleburan divisi, ataupun berdiri langsung sebagai frontliners untuk melayani langsung,&amp;nbsp; malahan akan terlihat keren karena mengekpresikan fleksibilitas dan kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikatan emosional&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebetulnya saat-saat dimana kita betul-betul perlu mempraktikan kemampuan kita berempati. Tantangan yang meningkat, krisis dan deraan bekerja lebih keras untuk survive, kadang membuat banyak orang merasa dirinya paling susah sedunia, sehingga menutup mata untuk merasakan apa yang dirasakan oleh teman, bahkan atasannya. Dimasa sulit begini, banyak pmponan perusahaan yang merasa &quot;lonely&quot;, karena adanya hambatan bagi mereka untuk sharing perasaan dan kecemasannya kepada anak buah. Hal ini bukan disebabkan karena kerahasiaan atau tuntutan perusahaan, tetapi lebih kepada karena lemahnya koneksi atau ikatan emosional antara pimpinan dengan bawahan, sehingga bawahan pun tidak ada yang mendekatkan diri dan menunjukkan ketulusan rasa empatinya terhadap kesulitan pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emotional Bonding, meskipun sudah ada dalam diri setiap individu sebagai manusia, perlu juga dipelajari dan senantiasa kita asah. Dengan kesamaan rasa terhadap krisis yang dihadapi, karyawan perusahaan bahkan abisa lebih kompak, merapatkan barisan untuk memperkuta kelompok dan merasakan kesatuan yang menginspirasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terlihat, Terdepan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era elektronik, dimana orang mudah mengekpresikan dirinya di dunia cyber melalui twitter, facebook, dan media gaul lainnya, jangan sampai kita lupa bahwa &quot;penampakan: riil sangat berguna, bahkan tidak tergantikan. Untuk membangun kredibilitas dan terlihat, tentu saja kita perlu hadir dan berpartisipasi lebih banyak. Seorang teman kerja kerap berujar: &quot;kerjaan numpuk, dikejar deadline&quot;, saat ditanyakan alasan mengapa ia sering absen dalam acara inforamsi kantor atau baru hadir saat acara informal kantor atau baru hadir saat acara sudah akan berakhir. Bolak-balik melontarkan excuse seperti ini tentu saja tidak mendatangkan simpati, bahkan bisa jadi orang malah mempertanyakan kemampuan kita untuk mengelola pekerjaan secara smart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tidak jagoan juga bukan alasan bagi untuk tidak berpartisipasi dalam kegiatan olah raga. Kita bisa hadir for fun untuk meramaikan acara. Excuse bahwa kita lemah dan berpenyakit dalam acara outing misalnya, hanya menyebabkan orang berpikir bahwa kita memang orang yang lemah. Kita perlu mengupayakan agar kita menjadi corporate citizen yang utama. Bila bukan sebagai pengurus, jadilah partisipan terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(andists)&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</author>
            <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:02:29 +0700</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>

